5 Sinyal Kalau Hubunganmu Diambang Perpisahan

5 Sinyal Kalau Hubunganmu Diambang Perpisahan

Semua insan berhak guna berjuang, memperjuangkan, dan diperjuangkan. Begitupun dengan cinta. Saat cinta yang anda cintai anda perjuangkan, dan cinta tersebut juga menyukai cinta kita, dan terkadang ada ketika di mana semua tersebut harus berhenti. Mostly, cinta yang hendak berhenti tidak mengindikasikan langsung, tapi menyerahkan tanda-tanda yang tidak sedikit orang tidak mengerti. Berikut firasat cinta yang menciptakan kita mesti berhenti berjuang

5 Sinyal Kalau Hubunganmu Diambang Perpisahan
5 Sinyal Kalau Hubunganmu Diambang Perpisahan

1. Beda prinsip antara anda dan dia

Beda prinsip ialah hal biasa dalam percintaan, tapi ketika perbedaan tersebut membuat anda menjadi orang yang tidak lebih baik, tersebut tandanya cintamu mesti berhenti anda perjuangkan. Contohnya Sedayubet ketika kita punya pasangan yang meminta anda mengambil jurusan kuliah A, tapi anda dan keluargamu sepakat guna kuliah di jurusan B. Oke, anda boleh atas nama cinta memungut jurusan A laksana mau cintamu, tapi tersebut akan menjauhkan anda dari orang tuamu atau merenggangkan hubungan dengan orang tuamu.

Contoh lainnya, ketika cintamu tidak mengizinkan melakukan kegemaran yang tersebut positif dan bakal membuatmu menjadi lebih baik. Hobi kamu bermain bola dan menurut tidak sedikit orang anda jago, dan bila ditekuni dapat menjadi profesi. Tapi cintamu melarang tersebut dan berkehendak anda punya kegemaran baru, yakni meramal orang yang kata dia itupun bisa jadi profesi, menjadi dukun barangkali (kemungkinan kecil, namun kan memang misal 🙂). Saat lain prinsip tersebut melebihi batas, dan anda tahu tersebut salah yang tidak dapat dibenarkan, anda harus merelakannya.

Beda prinsip adalahkesenjangan ego antara dua insan (pasangan), tentu di antara harus merelakan egonya terkalahkan, dan tersebut harus rotation. Terkadang, terdapat orang yang tidak jarang kali mengalah guna pasangannya demi sebuah kebajikan bersama, tapi tersebut bukan suatu kebenaran. Baik dan benar tersebut berbeda.

2. Berkurangnya perhatian yang diberikan

Saat awal-awal jadian dengan pasanganmu, itu ialah saat di mana perhatian pasanganmu diibaratkan memenuhi bensin di pom dan full tank. Saat mengerjakan apapun aktivitasmu, dia akan menyimak tiap detailnya. Bahkan, hingga sisa nasi yang menempel di bibirmu, dia santap (baca: dibersihkan).

Namun kian ke sini, perhatiannya berkurang pelan-pelan dan anda merasa mengherankan dengan ini.

Itu tidak wajar. Saat pasanganmu meminimalisir perhatian yang menciptakan dia lupa bakal hal yang sederhana, contoh lupa bakal tanggal jadian, tanggal ulang tahunmu atau bahkan tak sempat namamu (mungkin dia amnesia), bisa jadi besar dia memindahkan perhatiannya guna orang lain. Saya meminjam (tanpa ijin) kutipan kata dari comic Pandji Pragiwaksono, tidak cukup lebihnya laksana ini;

“Bila kamu hendak merebut seseorang dari orang yang sedang dia sayangi, kasih dia perhatian lebih dari yang seringkali dia dapat, maka dia jadi kepunyaan kamu”.

Saat anda merasa pasanganmu meminimalisir perhatiannya, tanyakan itu, tersebut hak kamu. Dan bila dia masih tidak berubah, berarti dia tidak saja kurang perhatian, namun mungkin pun kurang setia. Tanggalkan baju perangmu, diamlah berjuang untuknya.

3. Tatapan matanya mulai bertolak belakang dan terkesan sombong padamu

Tatapan mata seseorang dapat diartikan sebagai ketertarikan kepada sesuatu/seseorang. Tatapan pasangan untuk pasangannya dapat diartikan sebagai kadar perhatian atau kadar cinta tersebut kepada pasangannya. Saya menganut suatu teori, bila pasanganmu memandang wajahmu selama lebih dari 3 detik tersebut berarti terdapat ketertarikan secara emosional.

Ini pun berlaku guna pasangan yang belum jadian dan mengupayakan mengukur kadar ketertarikan gebetanmu.

Untuk pasangan yang merasa pasangannya telah jarang mengerjakan itu, anda patut menciptakan pertanyaan, masih patutkah anda memperjuangkan dia? Bagi lebih menyakinkan, kamu dapat cobatips berikut. Ajak pasangan anda ke lokasi yang memorable untuk kalian berdua, lokasi makan kesayangan mungkin, sentuh tangannya dan ajak dia kembali (bercanda). Sentuh tangannya dan coba anda pegang atau minimal anda sentuh, dengan teknik itu pasangan anda pasti memperhatikan anda dan jajaki hitung berapa detik dia memperhatikanmu, berpaling untukmu. Kalau tidak cukup dari 3 detik, beri pertanyaan untuknya, “Masih cintakah anda padaku?

4. Kamu selalu dikomparasikan dengan orang beda yang notebene bukan siapa-siapa bikin hubungan kalian

Terlihat dua sejoli yang sedang berantem.

Aku nggak suka teknik makan anda dengan tangan kanan!!!”, kata pasangan wanita.

Tapi beb ini kan telah kebiasaanku dari kecil, bahkan mayoritas insan di bumi ini santap dengan tangan kanan“, pasangan lelaki membela diri.

Oke anda makan pake tangan kanan, sementara dia dapat makan pake tangan kiri!!!“, pasangan perempuan masih marah.

“Dia siapa? Mantan anda itu?”, tanya pasangan pria.

“Iya!!! Dia dapat melakukan seluruh dengan tangan kiri. Dia santap pake tangan kiri, push up hanya pake tangan kiri, jabat tangan pake tangan kiri, bahkan cebok pun pake tangan kiri,” pasangan perempuan berargumentasi.

“Aku cebok pun pake tangan kiri beb,” pasangan lelaki terlihat pasrah.

“Terserah!!!”, pasangan perempuan masih kukuh.

“Mantan kamu tersebut kan kidal beb, mana barangkali aku dapat seperti dia,” kata pasangan lelaki memelas.

“Aku nggak peduli, yang penting anda harus kidal”.

Pasangan lelaki itupun tampak mematung di tempat.

Contoh pembicaraan di atas adalah sentimen insan yang masih lebih suka dengan masa kemudian timbang masa kini. Membandingkan pasangan dengan orang beda tidak bakal meninggikan makna pasanganmu, tapi justeru akan merobohkannya. Setiap pasangan selalu berjuang ingin mempuyai makna lebih guna orang yang dicintainya, dengan membandingkannya, sama saja tidak menghargai usahanya. Dan pasangan yang memperlakukan anda seperti itu, tidak saja dia tidak menghargaimu namun dia tidak layak diperjuangkan. Karena berjuang, tidak sebercanda itu.

5. Meski berdua, anda seolah-olah berusaha sendiri tanpa kontribusi apapun darinya

Ketika lain prinsip, kurangnya perhatian pasangan, tatapan mata dia yang tidak cukup dari tiga detik tidak masalah dan teknik membandingkan anda dengan orang beda masih dapat diterima, barangkali tanda yang terakhir ini yang perlu anda renungkan. Terkadang cinta terlampau memaafkan, sebab cinta bermain dengan perasaan. Berbagai kelemahan pasangan dan kekeliruan yang mereka lakukan, laksana seorang tertuduh tanpa pengacara dan hakim yang bebas tanpa bersyarat. Kamu mesti sadar, kamu lumayan waras dengan logika yang bertanya, apakah kamu berusaha sendiri?.

Cukup berat memang guna meninggalkan cinta yang mencintai, meski kita tahu dia tidak menyukai dengan tulus. Naluri insan terprogram sama guna punya rasa mudah memaafkan sesama, terkadang ego yang menyangga itu. Naluri dan akal mesti bermain seimbang, sebab manusia punya pilihan.

Bila usahamu guna memperjuangkan dia tidak seimbang, tinggalkan. Karena cinta dapat hidup sebab ada saling mencintai, bahagia ada sebab ada saling membahagiakan, berusaha ada sebab ada yang memperjuangkan. Tidak usah ragu dan takut, cinta juga perlu ketegasan. Saat anda menemukan seseorang yang dapat mencintaimu, membahagiakanmu, dan memperjuangkanmu dengan tulus, cinta sejati tersebut sudah anda temukan. Itulah proses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *